Nonton di Bioskop dengan Layar Terbesar ke-3 di Dunia

Dari sekian negara yang sudah saya kunjungi, baru di Australia lah saya sempat menonton film di bioskop. Beruntungnya saya karena bioskop yang saya tonton memiliki layar yang super besar. Ini adalah layar bioskop terbesar ke-3 di dunia.




Bioskop ini bernama Imax Melbourne, berlokasi di Melbourne Museum, Rathdowne Street, Carlton, Melbourne, Victoria. Dari pintu masuk, saya langsung disambut oleh eskalator yang lumayan panjang. Eskalator tersebut bukan untuk naik ke atas melainkan turun ke bawah. Yap, ini mengesankan bioskop ini terletak di bawah tanah. 

Tidak jauh di depan eskalator terdapat counter penjual aneka snack. Mulai dari popcorn, soft drink dan es krim dijual di sini. Di dekatnya tersedia beberapa sofa untuk penonton yang menunggu jam putar film.

Di sebelah counter snack, ada counter penjualan tiket. Mereka menjual tiket on the spot namun membuka juga untuk yang mau beli online. Kalau yang membeli online bisa membawa bukti print-an pembelian tiket atau kalau tidak sempat nge-print, hanya perlu menunjukkan email pembelian tiket dan nanti petugas akan mencetakkan tiket. Opsi terakhir yang saya dan Trav lakukan ketika kami akan menonton film Interstellar pada November 2014 lalu.

Menonton film yang berbau science di negara yang berbahasa Inggris tampaknya bukan ide bagus untuk saya. Pasalnya tanpa adanya sub-title, banyak dialog-dialog yang syarat ilmu pengetahuan sukses membuat saya bengong. I understand what the whole movie about but not every single sentence. Begitu Trav membahas adegan per adegan setelah nonton film tersebut, kelar lah saya. Hahahaha...

Film kedua saya, Avenger: Age of Ultron pada Mei 2015 lebih saya pahami dibandingkan Interstellar. Meskipun saya yakin kalau nontonnya film drama romantis atau drama komedi, saya akan jauh lebih paham. Ya intinya film yang menggunakan percakapan sehari-hari deh. Tanpa perlu ada istilah-istilah ilmiah yang dalam bahasa Indonesia aja kadang membuat bingung ;p

Lalu gimana di dalam theater-nya sendiri? Well, nggak salah memang mereka memakai jargon layar bioskop terbesar ke-3 di dunia karena belum pernah seumur hidup saya menonton dengan layar sebesar itu. Menurut situs resmi Imax layar tersebut memilik lebar 32 meter dan tinggi 23 meter. Huge! 

Tapi jangan harapkan kursinya jadi lebih lebar dibandingkan kursi bioskop di Indonesia. Justru bila dibandingkan dengan kursi bioskop di Indonesia, kursi di sana terbilang kecil. Sebagai perbandingan, kalau nonton di XXI atau Blitzmegaplex, saya bisa duduk dan menyelipkan tas saya di kursi. Di Imax tidak bisa. Kursi hanya pas untuk saya duduki. Ini membuat saya merasa sangat dekat dengan siapun yang berada di sebelah saya. Dempet banget!

Selain itu, jarak antara deretan kursi juga tidak terlalu lebar. Jadi seandainya datang telat atau ingin keluar pipis di tengah film akan repot banget. Apalagi kalau duduknya di tengah, karena di Imax jalur ke luar masuk hanya ada di masing-masing ujung kursi. Eh saya tidak tahu sih, apakah seluruh theater-nya sama seperti ini. Tapi di dua theater yang saya masuki bentuknya seperti itu.

Namun secara keseluruhan nonton di sini merupakan pengalaman yang cukup menyenangkan. Tempatnya rapi, teratur, dan toiletnya bersih. Selain itu, di sini juga ada free wifi. Pernah, ketika sedang berjalan-jalan di area ini, saya mampir ke Imax cuma untuk numpang pipis dan dapat koneksi internet. Lumayan gratis ;p

Find me at:
LINE: @psl7703h
Instagram: yanilauwoie
Twitter: yanilauwoie


YouTube: yanilauwoie

Blog Sebelumnya:

Share:

0 komentar